Tips Pelesiran ke Hong Kong

Kompas.com - 08/07/2008, 11:59 WIB

Anda berencana ke Hong Kong tahun ini? Ada sejumlah hal penting yang perlu Anda perhatikan agar perjalanan Anda ke daerah bekas koloni Inggris itu yang telah menjelma menjadi salah satu pusat keuangan dunia itu lebih mengasyikan.

Periksa ke tourist board untuk mendapatkan informasi aktivitas yang menyenangkan. Tawaran yang tersedia sangat beragam, mencakup kelas feng shui, tai chi, dan apresiasi teh, bahkan perjalanan gratis memancing di atas kapal layar khas Cina yang telah direstorasi, Duk Ling (bawa passport Anda untuk membuktikan bahwa Anda bukan orang lokal).

Gunakan MTR (Mass Transit Railway). Tidak banyak kota di dunia yang punya sistem metro seefisien, dapat diandalkan, bersih, lengkap dengan petunjuk-petunjuk yang mudah dipahami pengguna (user-friendly) seperti Mass Transit Railway di Hong Kong. Semua rambu dan peta dalam bahasa Kanton dan Inggris, dan enam jaringan kereta api yang ada siap melayani Anda menjelajahi seluruh pelosok Hong Kong dan semenanjung Kowloon.

Selalu ingat landmarks suatu tempat. Jika Anda berada di Pulau Hong Kong dan merasa kehilangan orientasi, ingatlah bahwa Pelabuhan Victoria berada di utara, Kowloon di selatan.

Anda juga dapat menggunakan pegunungan di pulau itu sebagai patokan; Distrik Sentral membelakangi turunan Puncak Victoria, maka distrik-distrik di selata -Midlevels dan Peak- lihatlah ke bawah.

Berburu barang antik. Meskipun undang-undang Cina daratan melarang setiap barang berusia lebih dari 120 tahun keluar dari Cina, Hong Kong tidak mengikuti aturan itu. Anda tidak melanggar hukum jika membawa pulang ke rumah harta benda antik kesukaan Anda.

Berkunjung ke penjahit. Perjalanan ke Hong Kong rasanya belum lengkap tanpa berkunjung ke penjahit. Sering kali dalam sebuah tempat jahit yang begitu sederhana dan penuh serakan kain, tercatat pelanggan terhormat semacam David Bowie, Kate Moss, Jude Law, dan Queen Elizabeth II.

Berikan cukup waktu untuk mendapatkan jass yang Anda inginkan. Biasanya perlu enam hari atau lebih untuk menjahitkan jas yang indah dan berkualitas. Ada ungkapan, berhati-hatilah namun jangan lalu tidak mempertimbangkan keberadaan "24-hour tailors". Para perajin Hong Kong yang paling terkenal dapat menciptakan jas dalam sehari.

Makan dim sum. Kota ini terkenal dengan varian dim sumnya yang tak terhingga.

Makan hiu? Aduh, ga usah deh! Hong Kong merupakan pasar dari sekitar 50% perdagangan hiu di dunia. Sup hiu yang luar biasa mahal, dipercaya oleh orang lokal punya khasiat merangsang nafsu seks (aphrodisiac), dimasak bersama pectal, tulang belakang dan sirip ekor bagian bawah sang monster. Ini bukan hanya isu moral dan lingkungan yang menjadi masalah, rasa sup ini sendiri tidak terlalu mengundang selera. Beli sup hiu hanya salah satu acara buang-buang uang di dunia kuliner. Jadi, mending gah usahlah ya! (Fodors.com/EGP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau